Penggunaan Garam Di Dalam Pembuatan Ikan Asin Yang Perlu Diketahui

Garam sendiri merupakan istilah umum untuk senyawa kimia yang bernama Natrium Klorida atau NaCl. Untuk penggunaannya sendiri sudah sejak dulu dan sekarang ini sudah banyak digunakan untuk banyak hal. Salah satunya adalah untuk pembuatan dari ikan asin, dimana sampai dengan saat ini banyak digemari oleh masyarakat.

Ikan asin, banyak masyarakat yang menyukai ikan asin, dimana jika diolah sebagai masakan ataupun hanya digoreng saaja rasanya sudah enak. Bahkan karena banyak orang yang menyukai ikan asin, produksi ikan asin juga terus meningkat. Pada dasarnya ikan asin merupakan sebuah bahan makanan yang mana dibuat dari daging ikan yang diawetkan menggunakan garam dalam jumlah yang banyak. Dan dengan metode pengawetan tersebut daging dari ikan yang mudah membusuk jika disimpan dalam waktu yang lama, maka dengan metode ini dapat membuat ikan menjadi lebih awet.

Proses Dalam Pembuatan Ikan Asin

Untuk sekarang ini ada banyak sekali jenis ikan yang dapat dijadikan sebagai ikan asin. Untuk pembuatannya sendiri adalah ikan dengan ukuran yang besar akan dipotong ataupun dibelah, tujuannya adalah agar nantinya garam mudah meresap dan masuk ke dalam daging ikan tersebut. Hal tersebut karena perbedaan dari kepekatan serta tekanan osmosis, kemudian juga kristal – kristal dalam garam akan menarik semua cairan sel yang ada di dalam daging keluar. Sedangkan partikel garam tersebut akan meresap ke dalam daging ikannya. Proses tersebut akanberlangsung sampai dengan tercapai keseimbangan konsentrasi garam yang ada di luar serta di dalam daging.

Konsentrasi dari garam yang tinggi serta menyusutnya cairan sel dari ikan, nantinya akan menghentikan proses dari autolisis serta menghambat pertumbuhan dari bakteri di dalam daging ikan. dan untuk langkah yang terakhir adalah semua ikan yang sudah digarami tersebut dijemur, atau difermentasi untuk bisa meningkatkan tingkat keawetan dari ikan tersebut. Lalu apa saja alasan ikan asin harus menggunakan garam dalam pengolahannya?

Penggunaan Garam Untuk Pembuatan Ikan Asin

Penggunaan garam ini sendiri adalah sebagai pegawet dari ikan asin itu  sendiri. Dimana dalam pembuatan ikan asin tentu saja membutuhkan garam dalam jumlah yang cukup banyak. Proses satu ini tentu saja sudah sangat familiar di kalangan masyarkat. Ikan yang mana dihasilkan dari proses  penggaraman tersebut. Proses penggaraman ini sendiri bertujuan untuk mengeluarkan bau asin yang terlalu pekat. Namun untuk rasanya sangat enak, terlebih lagi jika disajikan dengan digoreng ataupun dicocol menggunakan sambla terasi ditambah lagi dengan nasi hangat serta tumis kangkung.

Pengeringan ikan menggunakan teknik penggaraman ini sendiri sudah dilakukan sejak dulu. Tanpa dengan modal teknologi, ada banyak jenis ikan tawan ataupun ikan laut yang dapat diasinkan. NaCl atau garam dapur mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengawetkan ikan. Kerja dari garam tersebut adalah menarik air agar keluar dari tubuh ikan, dengan demikian mikroba tidak akan memiliki media untuk umbuh. Dan setelah digarami, ikan tersebut akan dikeringkan.

Untuk cara pengeringan dari ikan yang mudah adalah dengan dijemur di bawah terik matahari. Karena ikan tersebut sudah diasinkan, maka untuk proses dari pengeringannya akan semakin cepat dan juga efekif. Hal tersebut karena kegiatan dari bakteri pembusuk sebenarnya sudah dihambat oleh garam. Dan sinar matahari tersebut nantinya akan menguapkan sisa – sisa dari air yang ada pada tubuh ikan sampai dengan level terendah.

Metode Pembuatan Ikan Asin

Untuk metode dari penggaraman ikan agar menjadi ikan asin ini sendiri ada 4 cara. Dan berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Yang pertama adalah penggaraman kering atau dry salting, dimana caranya adalah dengan menggunakan garam yang kering. Untuk caranya adalah ikan tersebut disiangi dan dibersihkan, kemudian baru dilumuri dengan garam serta disusun dengan berlapis – lapis menggunakan garam.
  2. Kemudian penggaraman basah atau brine salting, untuk caranya adalah dengan menggunakan laruan garam jenuh. Untuk ikannya nanti akan ditumpuk di dalam wadah yang kedap air, kemudian diisikan dengan larutan garam.
  3. Lalu ada juga penggaraman kering yang tidak menggunakan wadah kedap air atau kench salting. Cara ini sebenarnya hampir sama dengan cara yang pertama, namun karena wadah yang akan digunakan tidak kedap air, tentunya larutan garam yang terbentuk tersebut akan secara langsung mengalir ke bawah serta dibuang.
  4. Selain itu ada juga metode penggaraman yang mana diikuti dengan proses pindang atau perebusan. Untuk caranya sendiri adalah dengan mencelupkan ikan tersebut ke dalam larutan garam yang panas.

Faktor Yang Mempengaruhi Pembuatan Ikan Asin

Kecepatan dari penetrasi garam ke dalam tubuh ikan yang akan diasinkan tersebut memang dipengaruhi oleh beberapa hal. Dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Konsentrasi dari garam, dimana semakin tinggi konsentrasi dari garam tersebut, tnetu saja akan semakin cepat pula proses masuknya garam ke daging ikan. Namun jauh lebih baik jika menggunakan garam kristal untuk membuat ikan asin.
  2. Kemudian jenis garam yang digunakan adalah garam dapur murni atau NaCl 95%. Karena garam tersebut nantinya akan lebih mudah untuk diserap serta menghasilkan ikan asin dengan kualias yang terbaik tentunya. Karena jenis garam yang lain mengandung beberapa unsusr lain sehingga bakteri serta kotoran juga bisa menghambat penetrasi dari garam yang akan merusak rasa dari ikan tersebut.
  3. Lalu juga ketebalan dari daging ikan tersebut cukup mempengaruhi kualitas dari pembuatan ikan asin tersebut. Dimana daging ikan yang semakin tebal tentunya proses dari pengasinan membutuhkan waktu yang lebih lama serta garam yang lebih banyak. Dengan demikian ikan – ikan dengan ukuran besar biasanya akan dibelah ataupun diiris lebih tipis sebelum masuk ke proses pengasinan.
  4. Lalu kadar lemak yang ada di dalam daging juga ikut mempengaruhi, dimana untuk kadar lemak yang cukup tinggi atau lebih dari 2%, maka akan memperlambat penetrasi garam ke daging ikan tersebut.
  5. Selain itu kesegaran dari daging ikan dan suhu daging ikan juga mempengaruhi. Dimana ikan yang kurang segar maka cairan tubuhnya mudah keluar, dengan demikian proses dari pengasinannya akan lebih cepat. Tetapi jika garam terlal banyak maka bisa ikan tersebut kn terlalu kaku dan asin. Sedangkan semakin tinggi suhu dari ikan tentunya garam akan lebih cepat masuk ke dalam tubuh ikan.

Jadi itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang ikan asin, dimana perlu menggunakan garam sebagai bahan pengawetannya. Dan alasan penggunaan dari garam memang adalah untuk pengawetan atau mengawetkan ikan menjadi ikan asin. Sebenarnya penggunaan garam untuk pengolahan ikan asin ini sendiri bisa dibilang sederhana,tetapi jika Anda tidak ingin repot, maka bisa langsung membelinya. Dan untuk membeli ikan asin berkualitas, maka bisa melalui Zaenal Arifin dengan menghubungi kontak  

 

Baca Juga Pusat Penjualan Garam Krosok atau Kasar Di Indonesia