Menengok Proses Produksi di Pusat Jual Garam Krosok Indonesia

Usaha jual garam merupakan mata pencaharian sampingan dari masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir laut. Garam sendiri memiliki banyak varian berbeda. Salah satunya adalah garam krosok atau garam laut dengan tekstur kristal yang kasar. Garam ini mulai langka di pasaran akibat beberapa faktor yang memengaruhi jumlah permintaan garam dari pasar.

Sumenep ; Daerah Penghasil Komoditas Garam Terbesar

Meski sulit didapat, namun bukan berarti garam krosok tidak lagi diproduksi. Daerah-daerah yang dikenal sebagai penghasil garam laut kasar ini beberapa masih aktif berproduksi. Wilayah pemasok garam krosok yang pertama adalah Sumenep, Pulau Madura. Bahkan, PT. Garam milik BUMN yang bertugas mengelola komoditas yang satu ini juga berlokasi di sana.

Garam Sumenep dikenal sebagai garam dengan kualitas unggul atau bahkan terbaik di Indonesia. Tidak mengherankan bila kemudian bisnis jual garam Sumenep tidak hanya mencakup kawasan Indonesia saja, namun sudah dipasarkan ke luar negeri pula sebagai komoditas ekspor. Namun, perjalanan Sumenep sebagai wilayah pemasok garam tidak selalu mulus tanpa batu sandungan.

Beberapa tahun lalu, harga jual garam di Madura anjlok hingga titik terendah di mana komoditi tersebut seolah tidak memiliki nilai. Hal tersebut diakibatkan masa panen garam yang berbarengan di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, garam Madura yang biasanya dipasok untuk berbagai instansi serta dikirim ke berbagai daerah untuk memenuhi stok, sementara waktu tidak diperlukan.

Kala itu, harga jual garam Madura hanya mencapai Rp800,- per kilogram. Para petani terpaksa mengandangkan atau menyimpan hasil panen tahun tersebut di gudang untuk menunggu harga garam kembali stabil, minimal Rp2.000,- per kilogram, baru akan dipasarkan. Tetapi, keputusan tersebut pun mengantarkan dampak lain, yaitu olengnya perekonomian Sumenep.

Wajar bila hal tersebut berpengaruh besar terhadap Sumenep, karena mayoritas masyarakat di sana berprofesi sebagai petani garam. Situasi tersebut akhirnya mendorong petani Sumenep untuk beralih profesi sementara demi menyambung hidup. Sementara lumbung garam mereka penuh dengan stok, maka produksi garam laut oleh petani dihentikan. Mayoritas kemudian beralih pekerjaan menjadi nelayan.

Namun, efek domino tidak berhenti sampai di situ. PT. Garam di Sumenep akhirnya memutuskan untuk menghentikan aktivitas untuk sementara waktu hingga keadaan menjadi lebih stabil. Aktivitas jual garam Madura otomatis berhenti total. Untungnya, sejak pertengahan tahun 2018 lalu, situasi sudah terkendali dan proses produksi komoditi tersebut dimulai lagi di Sumenep.

Garam Berkualitas Produksi Cirebon

Sejak beberapa tahun terakhir, Cirebon merebut posisi sebagai produsen garam terbesar di Indonesia. Semula, kualitas dari garam Cirebon tidak kalah dari garam Madura. Namun, seiring waktu kualitasnya justru kian menurun sehingga menimbulkan kekecewaan berbagai pihak. Petani mengklaim bahwa kondisi tersebut diakibatkan oleh minimnya bahan baku untuk membuat garam berkualitas tinggi.

Padahal, dari sisi kuantitas sendiri, hasil panen petani garam di Cirebon mengalami peningkatan signifikan pada 2019 ini. Namun dikarenakan kualitasnya yang kurang, garam Cirebon tidak memiliki daya saing yang kuat. Sebab itu, pada panen tahun ini, harga komoditas tersebut turun drastis yang membuat petani memutuskan menyimpan stok hingga harga stabil.

Proses Pembuatan Garam Krosok Alami

Sekilas, proses pembuatan garam krosok memang tampak mudah. Sehingga harga jual garam yang rendah dianggap sebagai sebuah kewajaran. Realitanya, pengolahan garam tidak semudah yang dibayangkan. Terutama dalam tahap persiapannya yang cukup rumit dan menghabiskan banyak tenaga. Seperti apa sebenarnya proses pembuatan dari garam krosok tersebut?

  • Persiapan dan Pengolahan Tanah

Sebagaimana pengolahan padi atau komoditas lain di sawah, maka garam pun harus memiliki area petakan tanah sendiri. Bedanya, bila sawah untuk tebu, padi dan lainnya mudah ditemukan di berbagai medan, sawah pengolahan garam harus berada di dekat laut, sebab jenis air tersebutlah yang menjadi bahan baku utama dari pembuatan garam.

Pertama-tama, pada lokasi sawah yang telah dipilih, tanah harus dibagi menjadi petakan-petakan persegi sama sisi. Tanah kemudian dicangkul hingga kedalaman yang diinginkan. Pastikan permukaan dari tiap petaknya rata dan benar-benar kering sebelum nanti diisi dengan air laut. Arah dari tiap petak harus tepat agar nantinya pendistribusian dari air laut tidak terhambat.

  • Persiapan Pendistribusian Air Laut

Setelah petakan tanah siap dan permukaannya kering sempurna, tahap selanjutnya adalah mengatur distribusi air laut ke dalam sawah. Untuk keperluan ini, petani menggunakan bantuan kincir angin yang telah disiapkan pada jalur distribusi. Sebelumnya petani memang harus menyiapkan terlebih dahulu jalur irigasi sederhana. Dengan bantuan angin, kincir kemudian menggiring air pada petakan-petakan tersedia.

Kincir angin akan bergerak dua kali dalam sehari, yakni saat angin timur dan angin kumbang muncul. Angin timur terjadi pada pukul 12 siang hingga 6 petang, sedangkan untuk angin kumbang sejak jam 8 malam hingga 10 pagi. Karena menggunakan metode manual, maka faktor kestabilan cuaca juga turut memengaruhi proses pendistribusiannya.

  • Proses Kristalisasi Garam dan Panen

Proses terakhir inilah yang menimbulkan asumsi bahwa pembuatan garam itu mudah sehingga membuat harga jual garam menjadi murah. Yaitu, penguapan air laut yang telah didistribusikan pada petakan-petakan. Proses ini memerlukan bantuan dari sinar matahari, di mana panas alaminya yang terarah langsung pada air laut mengakibatkan proses penguapan hingga kemudian terciptalah kristal-kristal garam krosok.

Ketika kristal garam sudah memenuhi kualitas yang diinginkan, barulah petani melakukan pemanenan dengan mengeruk garam krosok yang sudah jadi tersebut. Namun, proses kristalisasi ini bisa gagal bila saat penguapan hujan mendadak turun atau ketika perubahan cuaca tidak menentu.Tetapi, panen kadang tetap dapat dilakukan meski cuaca tidak mendukung. Hanya saja, kualitas garamnya buruk.

Manfaat dari Garam Krosok

Dulu, sebelum muncul garam iodium yang memiliki tekstur halus serta disebut dapat menambah kecerdasan, garam krosok digunakan pula untuk keperluan membumbui masakan. Meski demikian, garam krosok memiliki banyak kegunaan lain, yaitu :

  1. Garam krosok dapat membantu menghilangkan pegal-pegal dan nyeri pada tubuh. Caranya adalah dengan mencampurkan garam krosok pada air hangat dan digunakan berendam seluruh tubuh atau pada bagian yang pegal dan nyeri saja. Rendam kurang lebih 45 menit, maka khasiatnya akan langsung terasa.
  2. Memiliki kandungan mineral alami tinggi, garam krosok biasanya dipakai sebagai komposisi pembuatan sabun. Menggunakan sabun berbahan garam krosok dapat membuat kulit menjadi lebih halus dan lembut sebab membantu proses detoksifikasi racun.
  3. Garam krosok juga dapat dimanfaatkan untuk mengusir lintah serta beberapa hewan melata lain. Cukup dengan taburkan garam krosok pada lintah yang menempel pada tubuh, maka perlahan-lahan ia akan melepaskan diri.

Cukup mengagumkan bukan manfaat dari garam krosok tersebut? Bila Anda membutuhkan pasokan garam krosok berkualitas dalam partai kecil maupun besar dengan harga jual garam yang terjangkau, silakan menghubungi Zainal Arifin pada nomor 081-222-44-360.

 

 

Baca Juga Jual Garam Krosok Super Himalaya Berkualitas